Senin, 15 Oktober 2012

teknologi input,proses, dan output

i.            KOMPONEN INPUT DAN KEUNGGULAN TEKNOLOGINYA
1.       Targus AMW43US, 5-Button Wireless Optical Scroll Mouse
Keunggulan teknologinya:

v  Memiliki 5 tombol ( kik kiri, klik kanan, serta scroll) dan 2 tombol lagi disisi kiri
v  Mouse ini tidak mudah kotor karena bukan berbentuk roda  (seperti pada mouse konvensional) maka scroll mouse ini tidak mudah kotor yang biasanya menyebabkan scroll mouse jadi macet.
v  dilengkapi dengan sebuah optical scroll mouse. Optical scroll mouse ini berfungsi untuk menggeser scroll dari sebuah window program (fungsi yang sama dengan scroll pada mouse konvensional).
v  Dilengkapi dengan USB dongle yang menjadi media komunikasi dengan PC atau notebook.
v  Tidak ribet karena tidak ada kabel pada mouse ini tapi menggunakan  dua buah baterai AA yang hemat energy
2.       Mini Wireless Keyboard N5901, Produk Unik dari Lenovo

Keunggulan teknologinya:
1.      Interactive Projector InFocus IN3916
   

v  design kecil dan unik, produk yang memanfatkan wireless sebagai media koneksinya ini dapat menambah pengalaman anda saat menggunakan komputer atau notebook.
v  disediakan “hot key” multimedia (seperti keyboard notebook keluaran saat ini) yang difungsikan untuk mengontrol program multimedia seperti Windows Media Player, Winamp atau media player yang lain.
v  Untuk menggeser kursor, anda hanya perlu menggeser bola dengan jari anda, maka kursor akan bergeser ke kiri atau ke kanan seperti saat anda menggeser mouse konvensional.







3.      Scanner Fujitsu  Fi-6130 
Keunggulan teknologinya:

v  memiliki kecepatan scanning hingga 40ppm atau 80ipm dalam mode monokrom/grayscale (A4, 200dpi), dan itulah yang membuatnya menjadi scanner ADF terbaik di kelasnya. 
v  memiliki kapasitas tray untuk 50 lembar kertas dengan berat dan ukuran kertas yang berbeda.
v  dilengkapi dengan teknologi canggih yaitu Ultrasonic Multi-Feed Detection Sensor dan Auto-Size Recognition.
v  Ultrasonic Multi-Feed Detection Sensor adalah teknologi dari Fujitsu Fi-6130 yang akan mencegah terjadinya double halaman yang terscanning, sedangkan Auto-Size Recognition adalah kemampuan Fujitsu Fi-6130 untuk menscan dokumen dengan ukuran yang berbeda-beda dalam satu tumpuk dokumen yang terscanning. 
v  Memiliki lensa Duplex, membantu Anda untuk memindai dokumen bolak-balik secara bersamaan;
v  Memiliki lensa Double-CCD, kualitas gambar yang dihasilkan akan lebih baik;
v  Resolusi optik hingga 600 dpi, gambar akan semakin tajam;
v  Memiliki sensor Multifeed, mencegah Anda memindai lebih dari satu dokumen secara bersamaan;
v  Memiliki fitur “Auto-size recognition”, fi-6130 akan mengenali ukuran dokumen Anda secara otomatis;
v  Memiliki fitur “Auto-deskew”, fi-6130 akan memperbaiki gambar hasil scan yang miring secara otomatis;
v  Memiliki driver TWAIN/ISIS, dapat dihubungkan dengan aplikasi pengolah dokumen dari pihak ketiga.
v  Dilengkapi dengan Software ScandAll Pro, membantu Anda dalam memindai dokumen secara efisien.

Keunggulan teknologinya:

v  memiliki fitur canggih bisa mengikuti gerak sebuah benda sebagai kamera pengintai.
v  web kamera ini bisa otomatis menyala apabila menditeksi adanya gerakan serta dapat mengirim pesan (email) ke pengguna untuk memberitahu adanya seseorang di dalam ruangan tersebut.
v  Sebagai web kamera yang dapat bergerak, kemampuannya untuk bergerak adalah 180° untuk berputar ke kanan dan kiri serta 60° untuk bergerak ke atas.

5.      Flash disk Guardian
Keunggulan teknologinya:

v  Flash disk yang berguna untuk proses mata-mata atau penyusupan oleh inteligen negara
v  bisa dilacak melalui GPS jika terpisah dari pemiliknya.
v  Tak hanya itu, flashdisk ini bisa diledakkan dari jarak jauh.
v  Pengawasan lokasi dan layanan keamanan data bisa dikirim melalui akses aman pada platform pengawasan kami yang ada di Fujitsu Global Cloud Platform.




     ii.            5 komponen out put dan keunggulan teknologinya
Keunggulan dari teknologinya:


v  InFocus IN3916 hadir dengan sebuah perangkat seperti tongkat bernama LiteBoard yang bekerja secara nirkabel mirip seperti Nitendo Wii.
v  Teknologi LiteBoard memungkinkan Anda untuk berinteraksi dengan projector. Sama seperti mouse nirkabel tetapi dengan lebih banyak fitur. Anda dapat menggunakan tongkat LiteBoard sebagai mouse untuk menggambar, menulis atau mengklik sebuah obyek di layar.
v  tidak memerlukan perangkat lunak, hanya menganggapnya sebagai mouse remote pada steroid dengan bonus tambahan untuk dapat benar-benar menyentuh tongkat ke layar jika Anda inginkan.
v  Lensa buang ultra pendek membuat Anda dapat menghasilkan sebuah gambar besar dengan proyektor hanya dengan beberapa meter saja
v  Kemampuan teknologi LiteShow untuk menghubungkan hingga 32 komputer melalui jaringan kabel atau nirkabel dapat menampilkan satu atau empat slide pada suatu waktu melalui layar split.


2.    Monitor LG Optimus 3D Hands-On
Keunggulan teknologinya:

v  Dengan teknologi certified Flicker Free, membuat monitor beresolusi 1080 pixel ini lebih nyaman di mata karena bebas kedipan
v  .Layar pada LG Cinema 3D Monitor ini menggunakan bahan semacam gelas khusus yang dapat menghilangkan gambar berkedip dan bebas dari gambar yang blur
v  G Cinema 3D memungkinkan setiap gambar 2D dapat dikonversi ke tampilan 3D melalui software yang sudah disediakan dalam monitor ini. Sehingga anda dapat menikmati gambar 3D dari gambar 2D

3.    . Panasonic Printer KX-MB1500C
Keunggulan teknologinya:

v  dapat dengan fleksibel mencetak, mengcopy, dan scanner baik dengan posisi duduk maupun saat posisi berdiri.
v  fitur Easy Print Utility dapat mempermudah proses cetak dokumen dalam file berbeda sekaligus. Maksudnya adalah untuk mengurangi kesalahan cetak, Anda dapat mengecek file pada komputer sebelum mencetaknya, mengatur halamannya atau mengatur format 2in1 bahkan 16in1, bahkan bisa juga menambahkan header, footer atau watermark sebelum pencetakan.
v  Memiliki kecepatan cetak 18 ppm (A4 Size) / 19 ppm (Letter Size).
v  toner yang bergabung dalam drum membuat kualitas tinta pada printer ini mampu mencetak sebanyak 2500 halaman.









4.    Proyektor  Camcorder Sony DCR-PJ5 
Keunggulan teknologinya:

v  Bentuk yang ringan namun memiliki kemampuan fitur proyektor built-in yang mampu memproyeksikan gambar hingga sebesar 60 inci hanya dalam jarak sekitar 3 meter
v  dilengkapi dengan fitur projector input terbaru yang memungkinkan Anda untuk mengoptimalkan fiturnya saat dihubungkan melalui sebuah kabel AV.Handycam DCR-PJ5 mampu merekam gambar detil dari jarak jauh dengan mengandalkan lensa Sony berkemampuan pembesaran optikal dari 57 kali hingga 67 kali
v  Perekamanan gambar bergerak juga didukung oleh fitur Intelligent Auto dalam 18 skema pemandangan yang berbeda. Terdapat teknologi SteadyShot dan Face Detection yang mampu merekam pergerakkan momen menjadi lebih optimal.
v  Perangkat ini juga menyediakan fitur iDVDirect Express yang memungkinkan Anda melakukan proses burn keping DVD tanpa harus melalui sebuah komputer pribadi. 

5.    . Datascrip Hadirkan Speaker Zikmu by Phillipe Starck
Keunggulan teknologinya


v  produk terbaru yang didukung oleh vastuhome merupakan hasil karya dari desainer asal Perancis yang mampu menciptakan speaker dengan kualitas suara yang jernih.
v  Speaker ini merupakan ciptaan hasil kerjasama Phillipe Starck dengan Henri Seydoux yang mendukung berbagai sumber suara, baik pada perangkat iPod, iPhone, komputer, MP3 player hinga perangkat ponsel yang memiliki fitur MP3
v  sistem nirkabel WiFi dan bluetooth merupakan fitur lainnya yang dapat digunakan oleh pecinta musik dalam menikmati alunan suara.




   II.            5 komponen processor
Processor Intel

1.      INTEL PENTIUM M PROCESSOR
v  di buat untuk memenuhi kebutuhan pasar untuk keberadaan sebuah komputer yang mudah dibawa kemana-mana
2.      INTEL PENTIUM 4 EXTREME
v  processor ini menggunakan konfifurasi 3.736 Hz frequncy
3.      INTEL PENTIUM D
v  processor ini bebasis 64 bit disebut dual core karena menggunakan 2 buah inti dengan konfigurasi 1MB
4.      INTEL CORE 2 QUAD Q 6600
v  processor ini untuk type desktop yang memiliki 2 buah core dengan konfigurasi 2.4 GHz
5.      INTEL QUAD CORE XEON X3210/ X3220
v  processor ini di gunakan untuk tipe server dan memiliki 2 buah core

Processor AMD
1.      PHENOM II X1075T
v  processor ini melengkapi processor AMD yang memiliki 6 inti di dalamnya
2.      PHENOM II 4970
v  memiliki kecepatan standar 3.5 GHz
3.      ATHLON II 4645
v  keceptan cukup tinggi yaitu 3.1 GHz dengan memori 2MB
4.      ATHLON II X3450
v  memiliki kecepatan 3.2 GHz dengan memori 1.5 MB
5.      ATHLON II X2265
v  dengan 2 buah otak di bawahnya, memiliki kecepatan 3.3 GHz



     VIA
1.      VIA NANO E-SERIES
v  membawa teknologi vertualisasi VIA VT kepada pengimbang tertanam yang memungkinkan perangkat lunak dan aplikasinya yang digunakan virtual yang tidak mempengaruhi kinerja.
2.      VIA C3 PROCESSOR
v  bekerja di 1 GHz adalah kesempatan baik untuk beralih, C3 kompatibel dengan papan socket 370
3.      VIA NA NO3000
v  ini tersedia mulai dari kecepatan 1.0 GHz dengan fsb 800MHz dan menjanjikan perfoma 40% lebih cepat dan 20% lebih hemat energi
4.      VIA C7
v  berbasis core esther processor x86 terkecil di dunia dengan komsum media si daya terendah serta paling aman
5.      VIA V N1000
v  terletak sebuah mesin grafis directk 10.1 VIA V N1000 adalah kekuatan yang paling efesien DX10.1 media digital media chipset fitur chromotion HD 2.0





Minggu, 07 Oktober 2012

CLOUD COMPUTING


BAB 1 .PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Seiring dengan perkembangan jaman, teknologi saat ini mengalami perkembangan kearah pencapaian kemudahan dan kenyamanan luar biasa, sehingga kegiatan sehari-hari yang dianggap tidak mungkin untuk dikerjakan dalam waktu singkat. Pengembangan teknologi computasi berbasis internet saat ini lebih di arahkan pada proses aplikasi system yang mudah dan tidak memerlukan banyak waktu atau tenaga. Permasalahan diperoleh dalam  pengolahan system jaringan. Apabila ada suatu perubahan program aplikasi internet pada server dalam jaringan local, datanya harus di install ulang atau disesuaikan kembali. Termasuk pada pemakaian computer biasa diperlukan system operasi dan program aplikasi. Kalau pemakai memilih system operasi MS WINDOWS  misalnya, maka  aplikasinya pun harus berbasis windows. Demikian juga kalau sistemnya berbasis DOS, Linux, Mac, dan sebagainya. Sekarang konsep teknologi informasi  cloud computing lagi hangat dibicarakan. Istilah cloud computing  tersebut disebut-sebut dapat menghilangkan permasalahan yang terjadi diatas. Perusahaan –perusahaan besar dibidang IT pun sekarang mulai mencurahkan perhatiannya kesana. Apa sebenarnya istilah cloud computing itu? Komputasiawan merupakan istilah bagi dunia IT yang sistemnya hanya disewa. Maksudnya dalam menerapkan teknologi ini, pelanggan diharuskan menyewa beberapa komponen kerja di TI, seperti server  penyimpan data hingga data center. Melihat dari tren ini kita dapat memprediksi  masa depan, standar teknologi akan menjadi lebih sederhana Karena ketersediaan dari banyak cloud service.  Seluruh nama besar seperti IBM, Microsoft, Google, dan apple, saat ini sedang terlibat dalam peperangan untuk menjadi penguasa terbesar terhadap teknologi masa kini.
1.2  Rumusan Masalah
·         Apa itu cloud computing?
·         Apa kelebihan dari teknologi cloud computing?
·         Layanan (service) apa sajakah yang ditawarkan oleh cloud computing?
·         Perusahaan mana saja yang sudah menyediakan jasa layanan  jasa cloud computing dan bagaimana pelayanan yang diberikan terhadap klient?

1.3 Tujuan

·      Mampu menjelaskan definisi dari Cloud Computing
·      Mampu memaparkan kelebihan yang ada pada teknologi Cloud Computing
·         Memberikan penjelasan mengenai layanan-layanan yang disediakan oleh CloudComputing
·         Memberikan informasi mengenai perusahaan penyedia jasa cloud computing dan carakerja pelayanannya terhadap client






   BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Definisi Cloud Computing
 
 Cloud computing  pada dasarnya adalah menggunakan  Internet-based service untuk men- support business process. Kata-kata“Cloud” sendiri merujuk kepada simbol awan yangdi dunia TI digunakan untuk menggambarkan jaringan internet (internet cloud ).
Cloud computing  adalah gabungan pemanfaatan teknologi komputer (‘komputasi’) dan pengembangan berbasis Internet (‘awan’).
Cloud /awan merupakan metafora dari internet, sebagaimana awan yang sering  di gambarkan di diagram jaringan computer, awan (cloud) dalam Cloud Computing  Juga merupakan abstraksi dari infrastruktur kompleks yang disembunyikannya adalah suatumoda komputasi dimana kapabilitas terkait teknologi informasi disajikan sebagai suatu layanan (as a service)  sehingga pengguna dapat mengaksesnya lewat Internet (“di dalamawan”) tanpa pengetahuan tentangnya, ahli dengannya, atau memiliki kendali terhadapinfrastruktur teknologi yang membantunya. Menurut jurnal yang dipublikasikan IEEE.
Internet Computing / Cloud Computing  adalah suatu paradigma dimana informasi secara permanen tersimpan di server  internet dan tersimpan secara sementara di komputer  pengguna (client)termasuk di dalamnya adalahdesktop,komputer tablet, notebook,handheld, sensor-sensor, monitor dan lain-lain.“
Cloud Computing” secara sederhanaadalah “layanan teknologi informasi yang biasa dimanfaatkan atau diakses oleh pelanggannya melalui jaringan internet”. Komputasi  awan adalah suatu konsep umum yang mencakup SaaS, Web 2.0, dan tren teknologiterbaru lain yang dikenal luas, dengan tema umum berupa ketergantungan  terhadap Internet untuk memberikan kebutuhan komputasi pengguna. Sebagai contoh, GoogleApps menyediakan aplikasi bisnis umum secara sharing yang diakses melalui suatu penjelajah web dengan perangkat lunak dan data yang tersimpan di  server.





 Gartner  mendefinisikannya sebagai “sebuah cara komputasi ketika layanan berbasis TI yang mudah        dikembangkan dan lentur disediakan sebagai sebuah layanan untuk  pelanggan menggunakan teknologi Internet.”
Forester mendefinisikannya sebagai “standar kemampuan TI, seperti perangkat lunak, platform aplikasi, atau infrastruktur, yang disediakan menggunakan teknologi Internetdengan cara swalayan dan bayar-per-pemakaian.”Agar lebih mudah membayangkan skema Cloud Computing, silahkan lihat ilustrasi berikut.
Gambar 1
Skema Cloud Computing
2.2 Karakteristik Cloud Computing
Bahwa tidak semua aplikasi berbasis web dapat dimasukkan ke dalam kategori cloud computing. Ada lima kriteria yang harus dipenuhi oleh sebuah sistem untuk bisa dimasukkan dalam keluarga Cloud Computing, yaitu :
1.Swalayan(On Demand Self Service)
Seorang  pelanggan dimungkinkan untuk secara langsung “memesan” sumber dayayang dibutuhkan, seperti processor time dan kapasitas penyimpanan melalui control panel elektronis yang disediakan. Jadi tidak perlu berinteraksi dengan personilcustomer service jika perlu menambah atau mengurangi sumberdaya komputasi yangdiperlukan.
2.Akses Pita Lebar (Broadband Network Access)
Layanan yang tersedia terhubung melalui jaringan pita lebar, terutama untuk dapatdiakses secara memadai melalui jaringan internet, baik menggunakan thin client, thick client ataupun media lain seperti smartphone.


3.Sumberdaya Terkelompok (Resource Pooling)
Penyedia layanan cloud, memberikan layanan melalui sumberdaya yangdikelompokkan di satu atau berbagai lokasi data center yang terdiri dari sejumlah server dengan mekanisme multitenant. Mekanisme multitenant ini memungkinkan sejumlah sumberdaya komputasi tersebut digunakan secara bersama-sama oleh sejumlah user, di mana sumberdaya tersebut baik yang berbentuk fisik maupunvirtual, dapat dialokasikan secara dinamis untuk kebutuhan pengguna/pelanggan sesuai permintaan. Dengan demikian, pelanggan tidak perlu tahu bagaimana dan dari mana permintaan akan sumberdaya komputasinya dipenuhi oleh penyedia layanan. Yang penting, setiap permintaan dapat dipenuhi. Sumberdaya komputasi ini meliputi media penyimpanan,memory, processor, pita jaringan dan mesin virtual.
4.Elastis(Rapid Elasticity)
Kapasitas komputasi yang disediakan dapat secara elastis dan cepat disediakan, baik itu dalam bentuk penambahan ataupun pengurangan kapasitas yang diperlukan. Untuk  pelanggan sendiri, dengan kemampuan ini seolah-olah kapasitas yang tersedia tak terbatas besarnya, dan dapat “dibeli” kapan saja dengan jumlah berapa saja.
5.Layanan Yang Terukur(Measured Service)
Sumber daya cloud yang tersedia harus dapat diatur dan dioptimalisasi penggunaannya, dengan suatu sistem pengukuran yang dapat mengukur penggunaan dari setiapsumber daya komputasi yang digunakan (penyimpanan, memory, processor, lebar pita,aktivitas user, dan lainnya). Dengan demikian, jumlah sumberdaya yang digunakandapat secara transparan diukur yang akan menjadi dasar bagi user untuk membayar  biaya penggunaan layanan.
2.3 Kelebihan Cloud Computing1.
1. Tanpa Investasi Awal
Dengan cloud computing, kita dapat menggunakan sebuah layanan tanpa investasiyang signifikan di awal. Ini sangat penting bagi bisnis, terutama bisnis pemula(startup). Mungkin di awal bisnis, kita hanya perlu layanan CRM untuk 2 pengguna.Kemudian meningkat menjadi 10 pengguna.Tanpa modelcloud computing, maka sejak awal kita sudah harus membelihardware yang cukup untuk sekian tahun ke depan. Dengan cloud computing, kita cukupmembayar sesuai yang kita butuhkan.
2.Mengubah CAPEX menjadi OPEX

  Tanpa cloud computing, investasi hardware dan software harus dilakukan awal, sehingga kita harus melakukan pengeluaran modal (Capital Expenditure, atauCAPEX). Sedangkan dengan cloud computing, kita dapat melakukan pengeluaranoperasional (Operational Expenditure, atau OPEX).    Jadi, sama persis dengan biaya utilitas lainnya seperti listrik atau telepon ketika kitacukup membayar bulanan sesuai pemakaian. Hal ini akan sangat membantu perusahaan secara keuangan.

 3.Lentur dan Mudah Dikembangkan
Dengan memanfaatkan Cloud Computing, bisnis kita dapat memanfaatkan TI sesuai kebutuhan. Perhatikan Gambar di bawah untuk melihat beberapa skenario kebutuhan bisnis. Penggunaan TI secara bisnis biasanya tidak datar-datar saja.Dalam skenario “Predictable Bursting”, ada periode di mana penggunaan TI meningkat tajam. Contoh mudah adalah aplikasi Human Resource (HR) yang padaakhir bulan selalu meningkat penggunaannya karena mengelola gaji karyawan. Untuk skenario “Growing Fast”, bisnis meningkat dengan pesat sehingga kapasitas TI jugaharus mengikuti.Contoh skenario “Unpredictable Bursting” adalah ketika sebuah website
Berita mendapat pengunjung yang melonjak karena ada berita menarik. Skenario “On andOff” adalah penggunaan TI yang tidak berkelanjutan. Misalnya, sebuah layanan pelaporan pajak, yang hanya digunakan di waktu-waktu tertentu setiap tahun.

Contoh scenario bisnis
    Tanpa layanan cloud computing, keempat scenario ini akan membutuhkan perencanaan TI yang sangat tidak efisien, karena investasi TI harus dilakukan sebagai kapasitas yang tinggi, walaupun mungkin hanya terjadi disaat-saat tertentu. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadi kegagalan layananpada saat”peak time”tersebut. Dengan cloud computing, karena sifatnya yang lentur dan mudah dikembangkan(elastic and scalable), maka kapasitas dapat ditingkatkan pada saat dibutuhkan dengan biaya penggunaan sesuai pemakaian.

4.Fokus pada Bisnis, bukan TI

Dengan menggunakan cloud computing, kita dapat focus pada bisnis utama perusahaan dan bukan berkecimpung didalam pengelolaan TI. Hal ini dapat dilakukan karena pngelolaaan TI dilakukan oleh penyedia layanan dan bukan oleh kita sendiri. Misalnya melakukan patching, security update upgrade hardware, maintenance dan lain-lain. Apabila kita memiliki tim TI, maka tim tersebut dapat focus pada layanan TI yang spesifik untuk bisnis kita, sedangkan hal-hal umum sudah ditangani oleh penyedia layanan.
    

BAB IIIPEMBAHASAN

3.1 Layanan Cloud Computing

1.Software as a Service (SaaS)

Sebagai konsumen individual, kita sebenarnya sudah akrab dengan layanan cloud computing melalui Yahoo Mail, Hotmail, Google Search, Bing, atau MSNMessenger. Contoh lain yang cukup populer adalah Google Docs ataupun MicrosoftOffice Web Applications yang merupakan aplikasi pengolah dokumen berbasisinternet. Di dunia bisnis, kita mungkin familiar dengan SalesForce.com atau Microsoft CRM yang merupakan layanan aplikasi CRM. Di sini, perusahaan tidak perlu setup hardware dan software CRM di server sendiri. Cukup berlangganan SalesForce.com maupun Microsoft CRM, kita bisa menggunakan aplikasi CRM kapan dan dari manasaja melalui internet. Kita tidak perlu melakukan investasi server maupun aplikasi. Kita juga akan selalu mendapat aplikasi terbaru jika terjadi upgrade. Intinya, kita benar-benar hanya tinggal menggunakan aplikasi tersebut. Pembayaran biasanyadilakukan bulanan, dan sesuai jumlah pemakai aplikasi tersebut. Dengan kata lain, pay as you go, pay per use, per seat. Nah, semua layanan ini, dimana suatu aplikasi software tersedia dan bisa langsungdipakai oleh seorang pengguna, termasuk ke dalam kategori Software as a Services(SaaS).Secara sederhana, kita langsung mengkonsumsi layanan aplikasi yangditawarkan.

2.Platform as a Service (PaaS)

Sering terjadi, suatu aplikasi software yang sifatnya package tidak dapat memenuhikebutuhan proses bisnis kita. Demikian pula dengan SaaS, di mana aplikasi yangditawarkan sebagai layanan tidak sesuai dengan proses bisnis kita. Nah, pada skenarioini, kita dapat menggunakan jenis layanan yang disebut Platform as a Service (PaaS).Pada PaaS, kita membuat sendiri aplikasi software yang kita inginkan, termasuk skema database yang diperlukan. Skema itu kemudian kita pasang (deploy) di server-

server milik penyedia jada PaaS. Penyedia jasa PaaS sendiri menyediakan layanan berupa platform, mulai dari mengatur server-server mereka secara virtualisasisehingga sudah menjadi cluster sampai menyediakan sistem operasi di atasnya.Alhasil, kita sebagai pengguna hanya perlu memasang aplikasi yang kita buat diatasnya.Jika kita adalah perusahaan pembuat software, PaaS juga memberi alternatif lain.Alih-alih memasang software di server konsumen, kita bisa memasang softwaretersebut di server milik penyedia layanan PaaS, lalu menjualnya ke konsumen dalam bentuk langganan. Dengan kata lain, kita membuat sebuah SaaS.Singkatnya, dengan PaaS, kita membangun aplikasi kita sendiri di atas layanan PaaStersebut. Adapun contoh vendor penyedia layanan Paas adalah Microsoft AzuredanAmazon Web Services.

3.Infrastructure as a Service (IaaS)

Ada kasus ketika konfigurasi yang disediakan oleh penyedia PaaS tidak sesuai dengankeinginan kita. Kita berniat menggunakan aplikasi yang memerlukan konfigurasiserver yang unik dan tidak dapat dipenuhi oleh penyedia PaaS. Untuk keperluanseperti ini, kita dapat menggunakan layanan cloud computing tipe Infrastructure as aService (IaaS).Pada IaaS, penyedia layanan hanya menyediakan sumber daya komputasi seperti prosesor, memori, dan storage yang sudah tervirtualisasi. Akan tetapi, penyedialayanan tidak memasang sistem operasi maupun aplikasi di atasnya. Pemilihan OS,aplikasi, maupun konfigurasi lainnya sepenuhnya berada pada kendali kita.Jadi, layanan IaaS dapat dilihat sebagai proses migrasi server-server kita dari on- premise ke data center millik penyedia IaaS ini. Para vendor cloud computing lokalrata-rata menyediakan layanan model IaaS ini, dalam bentuk Virtual Private Server.

3.2Kendali dan Tanggung Jawab Layanan

Perbedaan SaaS, PaaS dan IaaS dapat dilihat dari sisi kendali atau tanggung jawab yangdilakukan oleh vendor penyedia jasa layanan cloud maupun customer. Pada gambar 3, di jelaskan stack (jenjang) teknologi komputasi dari Networking naik hingga keApplication. Di situ juga dijelaskan sampai di stack mana suatu vendor layanan cloudmemberikan layanannya, dan mulai dari jenjang mana konsumen mulai memegangkendali dan bertanggung jawab penuh pada stack di atasnya.
Gambar 3

Skema kendali dan tanggung jawab layanan
Mulai dari kanan, pada SaaS, seluruh stack merupakan tanggung jawab penyedialayanan cloud. Konsumen benar-benar hanya mengkonsumsi aplikasi yangdisediakan.Pada PaaS, penyedia layanan cloud bertanggung jawab mengelola Networking hingga Runtime. Konsumen memiliki kendali dan bertanggung jawabmembuat aplikasi dan juga skema database-nya.Pada IaaS, penyedia layanan Cloud bertanggung jawab untuk Networking hinggaVirtualization. Konsumen sudah mulai bertanggung jawab untuk Operating System keatas.Sebagai perbandingan, di gambar juga ditunjukkan arsitektur tradisional on-premise(bukan cloud), alias semua ada di data center kita. Di sini kita bertanggung jawab untuk seluruh stack, dari Networking hingga Application



     BAB IV
     PENUTUP

4.1Kesimpulan

Dengan cloud computing konsumen membebaskan diri dari tanggung jawab untuk mengelola stack    sumber daya komputasi. Levelnya mulai dari SaaS ketika kita benar- benar bebas, PaaS ketika kita masih harus membuat aplikasi, dan IaaS di mana kita juga masih harus sibuk dengan Operating System.Ini berbeda dengan On-Premise dimana kita harus mengurus semua sendiri