Senin, 07 Januari 2013

TOPOLOGI JARINGAN KOMPUTER







                                                    Tugas 7 Topologi Jaringan Komputer
Judul Buku 
Instalasi dan Konfigurasi Jaringan Komputer

Ass. pertemuan yang kese10 ini pak ade memberikan tugas untuk mengeklporitasi buku tentang topologi jaringan. maka saya akan memulai dengan bissmilahirohmanirohim.

TOPOLOGI JARINGAN KOMPUTER
Pengertian Topologi itu sendiri adalah pengaturan antara hubungan atau konfigurasi dari node-node disuatu network. Istialah node adalah titik yang dapat menerima input data ke dalam network, atau masing-masing hasilkan output informasi, ataupun keduanya. Istilah Network adalah jaringan kerja, yaitu suatu  set perangkat keras dan lunak suatu sistem yang memiliki suatu aturan tertentu yang mengatur seluruh aktifitas dan prilaku anggota-anggotanya dalam suatu aktifitasnya.
Pengertian Jaringan Komputer itu sendiri pada dasarnya adalah jarignan kabel. menghubungkan satu sisi dengan sisi yang lain atau gabungan teknologi komputer dan teknologi komunikasi 
Maka dapat disimpulkan bahwa Topologi Jaringan Komputer adalah pengaturan antara jaringan kabel, atau tanpa kabel yang dihubungan antara gabungan teknologi komputer dan teknologi komunikasi yang terhubung dalam suatu jaringan.

Berdasarkan fungsinya ada dua macam topologi jaringan :
Topologi Fisik 
Topologi Logik

saya akan menjelaskan tentang apa itu topologi fisik saja?
topologi jaringan fisik adalah cara yang digunakan untuk menghubungkan workstasion-workstasion (komputer-komputer) di dalam LAN ( Local Area Network ).
Adapun Jenis-jenis Topologi fisik ada beberapa yang saya ketahui diantaranya 
  1. Topologi Bus atau Linier
topologi bus ini merupakan topologi yang banyak digunakan menggunakan kabel Coaxial, serta menggunakan T-Coonector (dengan terminatornya mencapai 50 ohm pada ujung kabel) biar lebih jelas nich gambarnya di bawah ini :

kemudain harga 1 roll (305 Meter) kabel jenis koaxial commscope RG 6 SAT660BV senilai 625.000 dapat dilihat gambarnya di bawah ini :
Commscope RG 6 SAT660BV
Adapun membutuhkan BNC network Card (kartu jaringan untuk jenis topologi bus) biar lebih jelasnya kita lihat gambar di bawah ini :

Adapun Untuk harga BNC NIC  sekitar 150.000

Adapun topologi ini memiliki karakteristik atau ciri khas diantaranya
  • Merupakan satu kabel yang kedua ujungnya ditutup dimana sepanjang kabel terdapat node-node atau sebuah titik yang menerima input data ke dalam network.
  • Paling sederhana dalam instalasi pembuatan topologi busnya
  • Signal melewati 2 arah sehingga memungkinkan terjadinya collision ( tabrakan data )
  • Masalah terbesarnya pada topologi bus ini jika salah satu kabel terputus maka jaringan yang lain akan terputus juga atau berhenti tidak koneksi dan harus selalu tertutup agar koneksi jaringannya lancar
  • Kemudian Jalur transmisi dimana sinyal diterima dikirimkan pada setiap alat/device yang tersambung pada satu kabel lurus, signalnya hanya akan ditankap oleh alat yang dituju sedangkan alat lainnya akan mengabaikan signal tersebut.
biar lebih jelas lagi kita lihat gambarnya topologi bus di bawah ini :



2.  Topologi Ring
Topologi ini unik menurut saya karena bentuknya  menyerupai ring atau melingkar topologi ini memanfaatkan kurfa tertutup, artinya informasi atau data serta traffic disalurkan sedemikia rupa sehingga sampai ke masing-masing node. Umumnya fasilitas topologi ring ini menggunakan kabel fiber optic namun karena harganya yang mahal bisa juga menggunakan kabel UTP.
Biar lebih jelas ada gambarnya di bawah ini beberapa jenis kabel Fiber Optic 

dan Harganyapun 1 meter seharga 2.5$ sekitar 20.000 rupaiah.

Adapun Karakteristik padaTopologi Ring ini diantaranya :
  • Lingkaran tertutup pada titik data atau node
  • Sederhana dalam layoutnya yang berbentuk melingkar
  • Singnal mengalir dalam 1 arah sehingga menghindari tabrakan data (collision), sehingga data dapat lebih cepat dan deteksi data  yang lebih sederhana
  • Masalah yang sama pada topologi ring ini sama seperti topologi bus jika satu koneksi terputus maka koneksi yang lain tidak terhubung atau berhenti
  • Biasanya topologi ring tidak dibuat secara fisik melainkan dengan sebuah constrator dan terlihat seperti topologi star
Biar lebih jelasnya kita lihat gambarnya di bawah ini :


3.  Topologi Star
Dilihat dari namanya Star yaitu bintang berarti jaringan netorknya seperti bintang. Topologi ini paling umum digunakan oleh banyak orang di berbagai tempat, karena kemudahan untuk menambah dan mengurangi serta mudah untuk mendeteksi  kerusakan pada system jaringan yang ada. permasalahannya pada topologi ini ribetnya karena banyaknya penggunaan kabel dan terhubung dalam suatu perlengkapan lain consentrator atau alat penghubung seperti hub atau switch biar lebih jelasnya kita lihat gambar switch di bawah ini :
Harga sitch ini dengan 8 Port seperti yang saya beli untuk membanun warnet merek tplink seharga 160.000 di toko komputer
 adapun juga menggunakan kabel UTP dan Konector RJ 45 untuk membangun topologi star biar lebih jelasnya kita lihat gambar lagi di bawah ini :

harga permeternya dengan pengalaman saya beli di toko komputer seharga 1.500 permeter
kemudian nich konector RJ 45 gambarnya di bawah ini :
Harga per konector RJ 45 yang lumayan bagus 2.000 rupaiah.


adapun untuk menghubung urutan kabelnya dan jenisnya straight atau pun jenis lurus anatara kabel + konector terhubung ini lah urutannya sama dengan ujung satunya :


putih orange 
orange
Putih Hijau
Biru 
Putih Biru
Hijau 
Putih Coklat
Coklat


dan di rekatkan menggunakan Tang Crimping seperti gambar di bawah ini :


 
dan untuk mengetes hasilnya menggunakan tester sepeti gambar di bawah ini :
Untuk membangun  topologi star dibutuhkan juga kartu jaringan ethernet card atau LAN card biar lebih jelasnya kita lihat gambar di bawah ini :
Adapun harganya 50.000 rupiah 1 Lan Card.


maka dengan alat-alat ini perangkat2 untuk membuat jaringan topologi star adapaun rincian yang pernah saya alami untuk membuat warnet dengan 1 server 4 client
biayanaya sebagai berikut
1 PC Server 3 Juta rupiah
4 PC Client 8 Juta rupiah
Printer ip Canon 1980 500 ribu rupiah
1 switch d-link 8 port  160 ribu rupiah
Kabel UTP 50 Meter 50 x 1.500 = 75.000 rupiah
Konector RJ 45 20 pcs = 20 x 2.000 = 40.000 rupiah
untuk Lan Card tidak saya beli karena di PC sudah onboard Lancarnya
kabel listrik 50 meter 50 x 3.000 =  150.000 rupiah
terminal listrik 6 pcs 6 x 15.000 = 90.000 rupiah
Kayu dan Triplek untuk skat 1 juta Rupiah
Stabilizer untuk menstabilkan aliran listrik biar tidak naek turun 225.000
modem dan seitting speedy oleh telkom 300.000 rupaih
Lain - Lain 100.000 rupiah 


Maka Biaya untuk membuat warnet dengan Topologi Star sekitar 13.300.000 rupiah belum termasuk tempatnya ini hanya peralatannya saja.


Adapun Karakteristiknya untuk topologi star ini diantaranya :

  • Setiap node berkomuniksi langsung dengan central mode, data yang terhubung langsung ke server atau pusatnya dan kembali lagi
  • Mudah untuk dikembangkan karena setiap node hanya memiliki kabel yang terhubung langsung ke cental atau pusat
  • Kelebihannya jika satu koneksi kabel terputus maka koneksi yang lain tidak berpengaruh
  • Menggunakan Kabel UTP yang cukup murah dan terhubung pada satu concentrator  (Hub/ Switcht)
Biar lebih jelas lagi kita lihat gambar di bawah ini :

    
Dari ketiga topologi yang saya jelaskan dapat disimpulkan sebagai berikut
  1. Topologi bus mudah dalam membuat topologi jaringan dan harga masih terjangkau oleh kalangan menengah kemudian kekurangannya yaitu apabila ada salah satu kabel terputus maka koneksi yang lain berhenti.
  2. Topologi ring bentuknya unik yang menyerupai lingkaran dan harganya cukup mahal untuk pembelian kabel fiber optic mamun bisa menggunakan kabel UTP kekurangannya hampir sama dengan topologi bus yaitu apabila koneksi / kabel terputus maka yang lainnya akan terputus juga / berhenti.
  3. Topologi Star mudah untuk di pasang namun terlalu banyak kabel yang harus dibuat namun topologi ini paling poluler di kalangan masyarakat karena kelebihannya walaupun koneksi 1 workstation terputus koneksi yang lain tertap berjalan, serta mudah untuk menambah atau mengurangi perangkat komputer lainnya.
Kemudian saya akan membahas tentang macam-macam prangkat jaringan. penghubung komputer dengan komputer sebagai concentrator diantaranya

  1. Hub, perangkat jaringan ini berpungsi untuk menghubungkan komputer namun hub ini sistemnya pembatasan transfer data yang di bagi-bagi pada setiap komputer tergantung jumlah transfer rate pada hubnya dan hanya bisa dalam 1 class IP address harganya sekitar 100-500 ribu rupiah tergantung berapa banyak port yang ada biar lebih jelas kita lihat gambar di bawah ini :
  2. Switch fungsinya hampir sama dengan hub namun perbedannya pada transfer ratenya yang masing-masing mencapai 100 Mbps seperti terminal listrik harganya beragam tergantung jumlah portnya sekitar 100-700 ribu. biar lebih jelas kita lihat gambar di bawah ini :
  3. Router prangkat ini paling bagus karena bisa menghubungkan antar class IP Adress dari IP adress A sampai C dan transfer ratenya pun besar kita bisa membuatnya dengan komputer bekas minimal pentium 2 dengan sistem oprasi mikrotik router kita bisa membuat router harganya mencapai 1 jutaan. biar lebih jelas kita lihat gambarnya :
  4.  Bridge fungsinya untuk memperkuat sinyal koneksi pada jarigan dan menjembatani pada class ip yang berbeda harganya sekitar 300-500 ribuan, biar lebih jelas kita lihat gambarnya :
  5.  Repeater ini berfungsi untuk menerima sinyal kemudian sinyal tersebut dibagikan dengan memancarkan kembali yang sama kuatnya harganya sekitar 400-700 ribuan, biar lebih jelas kita lihat gambarnya :
 

Dapat disimpukan penggunaan perangkat jaringan yang terbaik yaitu router karena fungsinya yang lengkap dan kita bisa membuat sendiri dengan sistem oprasi mikrotik router.






Minggu, 16 Desember 2012

Pengenalan Sistem Operasi




Pengenalan Sistem Operasi
POKOK BAHASAN:
ô€€¹ Pengertian Sistem Operasi
ô€€¹ Perkembangan Sistem Operasi

TUJUAN BELAJAR:

Setelah mempelajari materi dalam bab ini, mahasiswa diharapkan mampu:
ô€€¹ Memahami definisi, maksud dan tujuan sistem operasi
ô€€¹ Memahami perkembangan sistem komputer dan sistem operasi

1.1         APAKAH SISTEM OPERASI ?

Sistem operasi adalah program yang bertindak sebagai perantara antara user
dengan perangkat keras komputer. Sistem operasi digunakan untuk mengeksekusi
program user dan memudahkan menyelesaikan permasalahan user. Selain itu dengan
adanya sistem operasi membuat sistem komputer nyaman digunakan. Sistem operasi
mempunyai tujuan untuk menggunakan perangkat keras komputer secara efisien.
Secara umum komponen sistem komputer terdiri dari :

1. Perangkat Keras, merupakan sumber daya utama untuk proses komputasi.
Perangkat keras komputer terdiri dari : CPU, memory dan perangkat input
output.
2. Sistem Operasi, mempunyai tugas untuk melakukan control dan koordinasi
penggunaan perangkat keras pada berbagai program aplikasi untuk user-user
yang berbeda.
3. Program Aplikasi, menentukan cara sumber daya sistem digunakan untuk
menyelesaikan permasalahan komputasi dari user, contohnya compiler, sistem
basis data, video games, program bisnis dan lain-lain.
4. User yang menggunakan sistem, terdiri dari orang, mesin atau komputer lain.

Sistem operasi didefinisikan sebagai :
Resource allocator
Sistem operasi mengatur dan mengalokasikan sumber daya – sumber daya
sistem komputer.
Sistem operasi melakukan control eksekusi dari program user dan operasi input
output.
Kernel
Sistem operasi sering disebut kernel, yaitu suatu program yang berjalan
sepanjang waktu (selain program aplikasi).

1.2         SISTEM MAINFRAME

Sistem komputer pendahulu secara fisik berbentuk mesin besar yang disebut
sistem mainframe. Untuk menjalankan sistem ini dilakukan dari suatu console.
Perangkat input yang digunakan berupa card reader dan tape drive.Perangkat output
yang digunakan berupa line printer, tape drive dan card punch. Kemudian, user
menyiapkan job yang terdiri dari program, data dan beberapa informasi kontrol (control
card) dan dikirimkan ke operator komputer. Job biasanya dalam bentuk punch card.
Beberapa waktu kemudian (dalam hitungan waktu menit, jam atau hari), output
ditampilkan. Output berupa hasil program, apabila terjadi error pada program memory
dan register akan berisi kosong.
Sistem operasi pada komputer mainframe sangat sederhana. Task utama
mengirim control secara otomatis dari satu job ke job berikutnya. Sistem operasi selalu
residen di memory yang disebut dengan resident monitor. Gambar 1-2 adalah gambaran
layout memori pada sistem batchsederhana.
Untuk meningkatkan kecepatan proses, job yang sama perlu dikumpulkan
bersama (batch) dan dijalankan oleh komputer sebagai satu kelompok. Kemudian
programmer memberikan program kepada operator. Operator akan mengurut program
yang sama dan kemudian komputer akan menjalankan setiap kumpulan program
tersebut. Output dari setiap job dikirim kembali kepada programmer.
Untuk menghindari adanya waktu nganggur CPU yang cukup lama maka
dikembangkan suatu teknik mengurutan kerja jobsecara otomatis. Teknik ini mampu
mentrasfer kontrol secara otomatis dari suatu job ke job berikutnya. Inilah bentuk sistem
operasi pertama kali. Program kecil yang bersifat residen di memori berisi urutan-urutan
job yang akan berpindah secara oromatis inilah yang disebut dengan Resident Monitor.
Jika komputer dinyalakan, maka sistem akan menunjuk ke resident monitor, secara
otomatis kontrol akan menunjuk ke program tersebut.

1.3         SISTEM BATCH MULTIPROGRAM

Beberapa job dikumpulkan oleh sistem operasi pada memory utama pada waktu
yang sama, seperti pada Gambar 1-3. Kumpulan job ini merupakan bagian dari job
yang disimpan pada pool (job pool). Job pool berisi job-job yang sudah siap dieksekusi.
Jumlah job dapat disimpan bersama-sama pada memory biasanya lebih kecil daripada
jumlah job yang dapat berada pada job pool. Sistem operasi mengambil beberapa job
yang siap untuk dieksekusi untuk diletakkan di memori utama. Jika job yang sedang
dieksekusi menunggu beberapa task (seperti proses mount tape drive atau operasi I/O
yang harus diselesaikan), maka job tersebut diganti dengan job berikutnya.
Pada sistem multiprogramming, sistem operasi harus menyediakan mekanisme
untuk manajemen memori, penjadwalan CPU dan manajemen disk. Sistem operasi
multiprogram menyediakan supply untuk I/O routine. Sistem harus dapat
mengalokasikan memory untuk beberapa job. Beberapa job yang sudah siap dieksekusi
akan dipilih oleh sistem job mana yang akan dieksekusi oleh CPU. Perangkat apa saja
yang diperlukan oleh setiap job juga harus dialokasikan oleh sistem.
Gambar 1: Memory layout pada simple batch system
 

1.4         SISTEM TIME SHARING

Time sharing atau multitasking adalah pengembangan dari sistem multiprogram.
Beberapa job yang berada pada memory utama dieksekusi oleh CPU secara bergantian.
CPU hanya bisa menjalankan program yang berada pada memory utama. Perpindahan
antar job terjadi sangat sering sehingga user dapat berinteraksi dengan setiap program
pada saat dijalankan. Suatu job akan dipindahkan dari memori ke disk dan sebaliknya.
Sistem time sharing juga disebut dengan sistem komputasi interaktif, dimana
sistem komputer menyediakan komunikasi on-line antara user dengan sistem. User
memberikan instruksi pada sistem operasi atau program secara langsung dan menerima
respon segera. Perangkat input berupa keyboard dan perangkat output berupa display
screen, seperti cathode-ray tube (CRT) atau monitor. Bila sistem operasi selesai
mengeksekusi satu perintah, makan sistem akan mencari pernyataan berikutnya dari
user melalui keyboard. Sistem menyediakan editor interaktif untuk menulis program
dan sistem debug untuk membantu melakukan debugging program.
Agar user dapat mengakses data dan kode program dengan nyaman, sistem
menyediakan sistem file online. Suatu file adalah kumpulan informasi yang
berhubungan yang didefinisikan oleh pembuatnya. Biasanya, file berupa program (baik
bentuk source dan object) dan data.

Gambar 2: Memory layout pada sistem batch multiprogram
 Data file berupa teks dengan format tertentu.
Secara umum, file adalah kumpulan bit, bite, baris atau record. Sistem operasi
mengimplementasikan konsep abstrak dari file dengan mengatur perangkat penyimpan
seperti tape dan disk. File secara normal diorganisasikan dalam logical cluster atau
directory, untuk memudahkan lokasi dan akses file.

1.5         SISTEM DESKTOP

Semakin turunnya harga perangkat keras, dikembangkan sistem komputer untuk
satu user. Jenis sistem komputer ini biasanya disebut dengan personal computer (PC).
Perangkat I/O berupa keyboard dan mouse, dan perangkat output berupa display screen
atau printer yang berkecepatan tinggi.
Personal komputer dikembangkan tahun 1970-an. Sistem ini disebut dengan
mikrokomputer. Sistem operasi masih belum dikembangkan untuk multiuser maupun
multitasking. Tujuan sistem operasi adalah untuk memaksimalkan utilitas CPU dan
peripheral, serta memaksimalkan kenyamanan dan respon user. Sistem operasi yang
dikembangkan adalah Microsoft Windows dan Apple Machintosh. Sistem operasi MSDOS
dari Microsoft yang masih single tasking dikembangkan oleh IBM menjadi OS/2
yang merupakan sistem multitasking.
Berkembangnya sistem komputer dari mainframe menjadi mikrokomputer
menunjukkan bahwa sistem operasi mikrokomputer dapat mengadopsi sistem
mainframe.
Contoh perpindahan sistem operasi adalah perkembangan sistem operasi
MULTICS. MULTICS dikembangkan tahun 1965 sampai 1970 oleh Massachusetts
Institute of Technology (MIT) sebagai utilitas komputasi yang berjalan pada komputer
mainframe yang besar dan komplek. Kemudian Beel Laboratories mengembangkan
MULTICS dengan mendesain UNIX tahun 1970 untuk minikomputer PDP-11. Tahun
1980, dikembangakan sistem operasi UNIX-like untuk sistem mikrokomputer menyusul
sistem operasi lain yaitu Microsoft Windows NT, IBM OS/2 dan Machintosh.

1.6 SISTEM PARALEL

Sistem paralel atau sistem multiprosessor mempunyai lebih dari satu prosessor
yang dapat berkomunikasi, membagi bus, clock dan juga perangkat memory dan
peripheral. Sistem ini disebut sebagai tightly coupled system.
Sistem ini dikembangkan karena beberapa alasan. Salah satu keuntungan dari
sistem ini adalah meningkatkan jumlah proses yang dapat dijalankan pada satu waktu
(throughput). Dengan meningkatkan jumlah prosessor, diharapkan pekerjaan dapat
dikerjakan dalam waktu yang lebih pendek.
Alasan lain dari pengembangan sistem multiprosessor adalah meningkatkan
kehandalan sistem. Jika fungsi dapat didistribusikan pada beberapa prosessor, maka
kegagalan dari satu prosessor tidak akan menghentikan sistem, tetapi hanya
memperlambat sistem. Jika terdapat 10 prosessor dan satu gagal, makan sisa 9
prosessor menggantikan pekerjaan prosessor yang gagal. Keseluruhan sistem hanya
memperlambat 10 persen. Kemampuan untuk melanjutkan penyediaan layanan untuk
menyelamatkan perangkat keras disebut gracefull degradation. Sistem yang didesain
untuk gracefull degradation juga disebut faul- tolerant
 Sistem multi prosessor yang sering digunakan adalah model symmetric
multiprocessing, dimana setiap prosessor menjalankan sistem operasi yang identik dan
komunikasi antar prosesor jika diperlukan. Beberapa sistem menggunakan asymmetric
multiprocessing, dimana setiap prosessor mempunyai tugas tetentu. Prosessor master
mengontrol sistem, prosessor lain menunggu instruksi master atau mempunyai tugas
yang ditentukan oleh master. Skema ini merupakan hubungan master-slave. Prosessor
master menjadwal dan mengalokasikan pekerjaan dari prosessor slave.
Contoh symmetric multiprocessing adalah sistem UNIX versi Encore’s untuk
komputer Multimax Komputer dapat dikonfigurasikan untuk menangani satu lusin
prosessor, semua menjalankan UNIX. Keuntungan dari model ini adalah bahwa
beberapa proses dapat berjalan pada satu waktu (N proses jika terdapat N CPU) tanpa
menyebabkan pengurangan performansi. Sehingga kita dapat mengontrol I/O secara
hati-hati untuk menjamin data mendapatkan prosessor yang tepat. Arsitektur dari
symmetric multiprocessing dapat dilihat pada Gambar 3.


1.7         SISTEM TERDISTRIBUSI

Tren sistem komputer saat ini adalah mendistribusikan komputasi diantara
beberapa prosessor. Prosessor berkomunikasi dengan prosessor lain melalui saluran
komunikasi, misalnya bus kecepatan tinggi atau saluran telepon. Sistem ini disebut
loosely coupled system atau sistem terdistribusi (distributed system).
Prosessor pada sistem terdistribusi bervariasi ukuran dan fungsinya. Biasanya
terdiri dari mikroposessor, workstation, minikomputer dan sistem komputer generalpurpose.
Prosessor-prosessor ini disebut dengan site, node, komputer atau lainnya.
Keuntungan dari sistem terdistribusi adalah :
Resource sharing
Jika sejumlah site yang berbeda dihubungkan, maka user pada site satu dapat
menggunakan sumber daya dari site lainya. Sebagai contoh, user pada site A dapat
menggunakan printer laser dari site B. Sebaliknya user B dapat mengakses file user
A.
Meningkatkan kecepatan komputasi
Jika komputasi tertentu dapat dipartisi dalam sejumlah sub komputasi yang dapat
berjalan secara konkuren, maka sistem terdistribusi dapat mendistribusikan
komputasi pada beberapa site untuk menjalankan komputasi secara konkuren.
Lebih handal
Jika satu site gagal pada sistem terdistribusi, sisa site dapat melanjutkan operasinya.
Jika sistem dibagi sejumlah instalasi besar, maka kegagalan salah satunya tidak
berakibat pada sisa sistem. Sebaliknya, jika sistem dibagi dalam sejumlah mesin
kecil, masing-masing bertanggung jawab pada fungsi sistem yang penting (misalnya
terminal karakter I/O atau sistem file), maka satu kegagalan dapat menghentikan
oeprasi dari keseluruhan sistem. Secara umum, jika terjadi redudansi pada sistem
(baik perangkat keras maupun perangkat lunak), sistem dapat menjalankan
operasinya meskipun beberapa site gagal.
Komunikasi
Terdapat beberapa anggota program yang memerlukan mengganti data dengan data
lain pada satu sistem. Sistem Windows contohnya, sering terjadi membagi data atau
transfer data antara display. Jika beberapa site dihubungkan dengan lainnya dengan
jaringan komunikasi, prosessor pada site yang berbeda dapat menukar informasi.
User melakukan transfer file atau komunikasi dengan user lain melalui electronic
mail. Seorang user dapat mengirim mail ke user lain pada site yang sama atau site
yang berbeda.
Sistem terdistribusi memerlukan infrastruktur jaringan, berupa local area
network (LAN) atau wide area network (WAN). Sistem terdistribusi biasanya disebut
dengan sistem client-server atau peer-to-peer. Arsitektur dari sistem client server dapat
dilihat pada Gambar 4

1.8         SISTEM TERKLASTER

Sistem terklaster (clustered system) adalah pengembangan dari sistem
terdistribusi. Perbedaan sistem terklaster dengan sistem terdistribusi adalah pada sistem
terklaster memungkinkan dua atau lebih sistem untuk membagi penyimpan sekunder
(storage) bersama-sama. Sistem ini mempunyai kehandalan sistem yang tinggi seperti
pada sistem terdistribusi.
Sistem terklaster dapat berupa model asymmetric clustering dimana satu serber
menjalankan aplikasi sementara server lainnya standby. Model lainnya adalah
symmetric clustering dimana semua host menjalankan aplikasi.

1.9         SISTEM REAL TIME

Salah satu bentuk sistem operasi untuk keperluan khusus adalah sistem real
time. Sistem real time digunakan bila terdapat kebutuhan keteptan waktu pa operasi
prosessor atau aliran data sehingga sering digunakan untuk perangkat control pada suatu
aplikasi seperti mengontrol percobaan keilmuan, sistem medical imaging, sistem control
industri dan beberapa sistem display. Pada sistem real time harus didefinisikan batasan
waktu yang tetap. Pemrosesan harus dikerjakan dalam waktu tertentu atau sistem akan
gagal. Sebagai contoh, jika lengan robot tidak diinstruksikan untuk berhenti segera
maka dapat merusak robot tersebut.
Terdapat dua bentuk sistem real time. Sistem hard real time menjamin tugas
kritis diselesaikan tepat waktu. Pada sistem ini penyimpan sekunder terbatas atau tidak
digunakan, data langsung dikirim ke memory atau read-only memory (ROM) dalam
waktu singkat. Pada sistem hard real time terjadi konflik pada sistem time sharing dan
tidak didukung oleh sistem operasi tujuan umum. Bentuk lainnya adalah soft real time
dimana tugas kritis mendapatkan prioritas lebih tinggi dari tugas lain dan setelah satu
task selesai maka task berprioritas ini akan diselesaikan. Sistem ini terbatas pada
industri pengontrol robot. Sangat berguna pada aplikasi multimedia dan virtual rality
yang membutuhkan fitur sistem operasi tertentu.

1.10      SISTEM HANDHELD

Sekitar tahun 1990-an dikembangkan sistem yang lebih kecil dari
mikrokompuer yang disebut dengan sistem handheld dalam bentuk personal digital
assistants (PDA). Pada beberapa sistem terdapat telepon selular. Sistem ini
mempunyai memory yang terbatas, prosessor dengan kecepatan rendah dan display
screen yang kecil. Perkembangan sistem komputer dari sistem mainframe sampai
handheld dan perkembangan sistem operasi dapat dilihat pada Gambar 5